Sunday, September 3, 2017

bersaing?

Katanya hidup itu nggak asik kalau flat-flat aja dan nggak ada naik turunnya. Salah satu yang bikin hidup jadi naik turun dan nggak flat adalah persaingan. Aku udah beberapa kali dapet 'kesempatan' untuk bersaing sama orang lain, merebutkan 1 hal yang sama sama kita pengen. Dulu, aku selalu layanin hasrat bersaingku wkwk, beda sama sekarang....

"A flower does not think of competing to the flower next to it. It just blooms."

Pas baca quote itu pertama kali, (kalo nggak salah) waktu smp kelas 3, aku kaya ditampar. Aku ngerasa "bener juga ya". Ngapain sih kita bersaing dengan tujuan 'biar lebih baik dari dia', padahal seharusnya kita emang selalu ngelakuin yang terbaik dari yang kita bisa. Nggak usah nunggu punya saingan, iya kan? 

Aku sendiri tipe orang yang nggak suka persaingan. Menurutku persaingan tuh bikin kita pengen dapet imbalan. Kalo nggak ada imbalannya ya jadi males. Bener nggak sih.....

Yang aku lakuin sekarang kalo ngerasa 'ditantang' orang lain biasanya aku harus yakin dulu sama tujuanku ngelakuin hal itu. Lakuin yang terbaik, kasih yang terbaik buat orang atau sesuatu yang jadi tujuan kamu. Trus udah bodo amat mau orang lain gimana. Mau orang lain usaha juga atau gimana. Itu kan bukan jadi urusan aku HEHE.

Sebenernya postingan ini dibuat karena....karena....karena....gapapa sih iseng doang. Udah lah ya. Nih ada quote lagi.

"Never stop doing your best just becouse someone doesn't give you credit."

Friday, June 9, 2017

Kecil bukan berarti tidak berguna

Belakangan ini, banyak banget masalah yang ada di Indonesia & mungkin dunia. Entah itu dari bidang sosial, pendidikan, politik, atau yang lainnya. Ketika muncul satu permasalahan, kebanyakan orang berusaha atau kalo emang belum mampu buat berusaha ya at least mereka pengen gitu buat ngelakuin sesuatu yang besar, yang bisa nyelametin entah itu negaranya atau mungkin dunia. Well, sangat perlu diapresiasi sih orang orang yang seperti itu.

Buat orang orang yang punya kesempatan dan mau berusaha, atau bisa dibilang punya kewenangan , maka sudah bukan menjadi suatu hal yang sulit untuk istilahnya menyelamatkan negara atau dunia. Entah itu dengan membuat peraturan, memaparkan argumennya didepan lembaga lembaga penting, atau yang lainnya.

Lantas bagaimana dengan orang yang ingin berbuat sesuatu yang besar, tapi tidak mempunyai kesempatan? Mari mulai menafsirkan 'besar' itu terlebih dahulu. Sesuatu yang besar, pada awalnya pasti didahului dengan sesuatu yang kecil. Nggak mungkin ada besar kalau nggak ngelewatin fase kecil dulu. Nah, mari terapkan penafsiran singkat tersebut. Ketika kamu merasa tidak punya kesempatan untuk berbuat sesuatu yang besar, maka cobalah berbuat sesuatu yang bermanfaat terlebih dahulu. Sesuatu yang bermanfaat untuk siapa? Ya cobalah dengan sesuatu yang bermanfaat untuk dirimu sendiri terlebih dahulu, lalu ke teman temanmu, lingkungan sekitarmu. Mungkin suatu saat nanti akan datang kesempatan untuk kamu berbuat sesuatu yang lebih besar :)

Gini nih. Ibaratnya masalah besar disini adalah merokok. Si A berfikiran bahwa merokok bisa ngerugiin dirinya sendiri dan ngerugiin orang lain. Nah dengan mikir kaya gitu, si A nggak akan merokok. Trus, ada orang sebut saja si B. Si B ini adalah perokok yang sudah kecanduan. Dia tidak berfikiran bahwa merokok itu merugikan dirinya, karna dia sudah kecanduan. Tapi dia tetap sadar bahwa merokok dapat merugikan orang orang disekitarnya. Maka dari itu, dia tidak merokok di tempat umum sehingga tidak merugikan orang lain. Nah dua pemikiran itu sebenernya berbeda. Yang satu pro rokok yang satu lagi anti sama rokok. Tapi coba bayangin kalau dua pemikiran itu terfikirkan oleh semua orang. Mungkin jumlah perokok pasif di Indonesia bakal berkurang drastis. Tapi inget ya si A dan si B ini hanya berfikiran lalu bertindak, tanpa blaming each other:)

Dari contoh diatas, sebenernya bisa digaris bawahi ya kalimat terakhirnya wkwk. Iya, mereka melakukan sesuatu yang mereka anggap benar, trus tidak menyalahkan pendapat yang berbeda dari mereka. Coba kalo semua orang di dunia kaya begitu ye. Aman nyaman damai sentosa.

Jadi inti dari tulisan tulisan absurd diatas adalah sebenernya kamu bisa ngelakuin banyak hal yang bermanfaat untuk dirimu sendiri, orang lain, negara, atau bahkan dunia hanya dengan melakukan hal kecil yang sebenernya mungkin bakal terlihat besar di perspektif orang orang disekitarmu. Dan jika berbeda pendapat dan persepsi, nggak perlu menyalahkan dan mencaci maki yang berbeda dengan kamu. Cukup lakukan yang kamu yakini, yang sesuai dengan hati nurani kamu. Karna menurut aku, hati nurani itu ibarat malaikat yang bisikin kebaikan kebaikan ke kamu gitu wkwk. Allah nggak akan bikin hambanya melakukan hal yang salah, atau seenggaknya ketika hambanya salah maka cepat atau lambat pasti akan disadarkan, trus tergantung orangnya mau sadar atau enggak. Lagian aku percaya kok di semua kepercayaan, Tuhan nggak akan mau umatnya melakukan kesalahan dan bersedih karena kesalahan tersebut. Karena Tuhan sayang sama semua umatnya tanpa terkecuali :)

With love,
Bella

Wednesday, June 7, 2017

Film "Nyai Ahmad Dahlan"

Siapa yang nggak tau Kyai Haji Ahmad Dahlan? Namanya sudah sangat familiar terdengar sebagai Pahlawan Nasional. Lantas, bagaimana dengan Nyai Ahmad Dahlan? Belum banyak yang tau bahwa beliau juga merupakan Pahlawan Nasional. Kenapa? Liat filmnya aja ya besok:p

Trus apa yang spesial dari film ini buat aku? :))))
Hm.

Jadi, Alhamdulillah dikasih kesempatan untuk memainkan salah satu peran dalam film ini. Awalnya males banget banget banget. Karna ngepas sama jadwal ujian-ujian yang bejibun jaman kelas 3 sma trus juga emang nggak pernah punya niatan buat 'tampil'. Di teater juga nggak pernah menapakkan kaki di jajaran pemain wkwk. Tapi dengan sedikit 'paksaan' dari orang terdekat dan crew film, yaudah deh main.

Pengalaman pertama shooting sebagai pemain yang punya nama bukan cuma figuran itu...capek:'''') Nunggu dari pagi eh takenya tengah malem, yaps. Jadi artis capek ternyata. Tapi yang didapet banyak banget. Bisa kenal sama banyak orang-orang hebat di bidang perfilman, bisa ketemu artis, trus ketemu temen temen baru jugaa.






Iya iya emang gaada foto sama artisnya karna mager ngajak foto:((( Wkwk. Oh iya, filmnya bakal tayang bulan Agustus :)


Salam,
Salsabilla

Tuesday, May 9, 2017

Tentang vonis yang dijatuhkan hari ini

Sembilan Mei, Dua Ribu Tujuh Belas. Apa yang membuat hari ini akan terkenang? Karna ini h-7 sbm? Wkwkwk. Bukan, karena ada satu vonis yang dijatuhkan hari ini. Postingan ini bukan akan membahas tentang tuntutannya ya hehe, basi.

Beberapa detik setelah vonis itu dibacakan dan hakim memukuk palu, beberapa group rame. Termasuk salah satu group WhatsApp saya. Awalnya biasa aja baca oh 'dia' diberi vonis 2 tahun penjara, oh okay. Tapi ke biasaan saya berubah ketika melihat notif yang tidak berhenti muncul dari group tersebut. Dan perasaan aneh pun mulai muncul.

Saya adalah orang Islam, saya paham Qur'an Surat Al Maidah ayat 51, dan Alhamdulillah saya juga mengamalkannya. Tapi, menjadi miris dan sedih ketika melihat banyak orang yang masih tidak puas dengan 'hanya 2 tahun' dan banyak yang membuat meme yang menjelek-jelekan 'dia'.

'Hanya 2 tahun', kalian bilang. Lantas harusnya bagaimana? seumur hidup? Indonesia punya sistem hukum sendiri, yang mungkin berbeda dengan negara lain. Hukum di Indonesia tidak mati seperti yang kalian bicarakan dan ungkapkan dengan "RIP Hukum Indonesia", tidak. Jika anda merasa tidak puas, maka buktikan bahwa yang sudah dijatuhkan itu belum pas. Bukan dengan nyinyir saja, tapi berikan sebuah pembuktian. Sedih juga, jaman sekarang kok ya banyak yang talk more, do less. Huh.

Belum lagi banyak sekali meme yang dibuat untuk menjelek-jelekan 'dia' yang terjatuhi vonis hari ini. Sekarang begini. Anda pasti percaya bahwa Tuhan hanya satu kan? Tuhan yang menciptakan manusia, lantas 'dia' juga ciptaan Tuhan, bukan? Lalu, apakah menjelek-jelekan ciptaan Tuhan merupakan sesuatu yang 'sopan'? :)

Mungkin tulisan diatas menunjukkan seolah saya berada di pihak 'dia', oh tidak:) Saya netral kok hehehehehehehehehe.

Oiya, saya mau membuat pembelaan boleh?

Banyak yang menyalahkan agama saya ya akhir akhir ini. Padahal menurut saya bukan agama saya yang berbuat kesalahan, bukan agama saya yang memicu kericuhan. Islam mengajarkan untuk toleransi kok, kalau memang ada yang tidak melakukan hal tersebut ya jangan salahkan agamanya, mungkin oknum tersebut lah yang kurang paham hehe. HEHE.

Apasih.

Wednesday, April 19, 2017

special for you

Postingan ini spesial dibuat untuk kamu yang merasa tidak dihargai lagi dan untuk kamu yang merasa sudah tergantikan.

"yang patah tumbuh, yang hilang berganti", sudah pernah dengar judul lagu itu?

Katanya, yang patah akan tumbuh kembali. Ketika kamu merasa tidak dihargai, sadarkah bawa hatimu sebenarnya tersakiti dan tidak utuh lagi. Bisa dikatakan ia patah, ia sudah melakukan yang terbaik tapi tidak dianggap dan tidak dihargai. Sedih dan kecewa? Sudah pasti. Tapi ingatlah bahwa apa yang patah, akan tumbuh kembali. Hatimu akan segera 'tumbuh' kembali, ia akan menjadi 'sosok' yang lebih baik, ia akan lebih kuat. Lantas, siapa yang akan menumbuhkannya kembali? Apakah harus menunggu orang yang tepat untuk menumbuhkannya? Tidak. Dirimulah yang akan menumbuhkannya kembali. Carilah apa yang membuatmu bahagia, lakukanlah. Ingatlah apa yang kamu punya, dan bersyukurlah. Kadang kita lupa dengan hal hal kecil yang bisa membuat bahagia terasa lebih mudah dan hati terasa lebih tenang. Dan secara tidak sadar, hatimu akan 'tumbuh' kembali.

Katanya, yang hilang akan berganti. Lantas, jika kita merasa tergantikan, berarti kita pernah 'hilang' dari dia? Bisa jadi. Tapi, bisa juga sebenarnya kita tidak hilang, namun dihilangkan olehnya. Sakit ya? Iyalah pasti. Lalu bagaimana cara menyikapinya? Sabar :) Mungkin dia sedang tidak ingin di 'rumah'. Lantas sabar sampai kapan? Sabar itu tidak ada batasnya. Ingat, innallaha ma ashobirin. Allah itu bersama orang-orang yang bersabar. Ketika tidak ada dia, ketika posisi kita sudah tergantikan di mata dan hatinya, lalu kita bersabar, Allah akan bersama kita. Luarbiasa kan?:)

Memang terdengar tidak mudah, namun apa salahnya mencoba? :)